Sabtu, 04 November 2023

A Servant's Letter

It feels lighter to me now that I said it.  Yes, I know I make a lot of mistakes, but I also do the best I can.  My hope: that sweet child grows well, you too can have a career without burden.  I don't think it's wrong, it will never be wrong, because you are my priority, the best values ​​in my life.  Indeed, I made sacrifices in another way: being a servant for you.

But recently I realized, from your attitude towards me your servant, that you want a king, which is not me.

In this letter I apologize.  Ever said rude things to you, seduced you, persuaded you, as if I deserved it.  A servant shouldn't do that, he just needs to obey without asking, without needing an opinion, accepting everything as the best that I deserve.

 Or I should be like before.  Like a slave who gives as much as I get, and takes as little as possible for myself.

 I apologize once again, I took the wrong role.  Moreover, I cannot be king, because the king you want is a man who is not me.  To me, you are a queen with all your glory and honor, that never changes.

 So let me withdraw from your life, I'm embarrassed and lost face, hoping for things I don't deserve.  I entrust my one and only daughter.  If in the future you no longer want her, or it becomes a burden for you to get the king you want, send her to me.  I will give her all the love I have.

 May God Bless You, Your Majesty.

Kamis, 10 Juni 2021

Kabar



apa kabar?

bagaimana perjalananmu? ceritakanlah, sebab aku tidak kemana-mana

Selasa, 12 November 2019

Vivid Dream


wake me up from this vivid dream
it so dense here and i forgot how to breath

Minggu, 15 April 2018

Anak Anak Bumi

Tidakkah indah
sepanjang bunga padi berbulir nanti
menguning menjelma merang
dihempas hujan, cokelat dan subur

Kita lahir di tanah ini, saudara
di antara himpit batu-batu candi
dan ibu adalah doa yang murni

Sekawanan kita terikat
sawah sehabis panen
hidup mesti berguna, kata mereka
dan kita sepakat tentang cinta:

Rasa sakit yang sepadan karena mengingini
kecewa, berharap, dan terus menyeret hidup
ke segala penjuru. Air ialah berkat, kau tahu

Seperti ilalang memeluk hujan
dan tetap kalah di mata sabit
bagaimanapun juga, mengabu adalah akhir
melompat ke dalam api menjadi suci

Kita anak-anak bumi, saudara
menghijaulah sampai nanti



Dalam Perjalanan Kereta Api

Setiap kali pulang, kita menulis ulang kenangan. Dari waktu ke waktu, menjadi cerita yang berbeda. Kadang selamat pagi, sudah sejauh apa? Selebihnya cukup diam.


Jumat, 13 April 2018

Di Simpang Jalan

sepekan kepulangan: mengunci kotak pos
pekerjaan sia, tak adapun siapa
sejenis berpura-pura si petualang tak berumah
katanya, kolong langit adalah rumahku
katanya, di hadap moncong senjata
aku meneguk kopi. katanya, waktu sungguh
beracun: tak seorangpun kemanapun, katanya
aduhai bujang dalam setiap menunduk dagu
setapak demi setapak merupa gerak parut kelapa
pada bola mata. terang bukan rumah, katanya
berpalinglah di simpang jalan


Kamis, 05 April 2018

Simfoni Sunyi

Sepanjang pesisir selatan berombak
sepi menyusur liuk jalanan sempit
Motor tua, beroda dua tapi sendiri
seperti kerikil kapur rasa sakit
seperti pepohon jati yang jarang daun-daunnya
Perjalanan ini seperti berserakan
seperti kering tanpa air tawar bukit-bukit
rindu di dadaku. Aku mencintaimu
menggapai sepi, nelangsa sendiri
knalpot dan logam yang kedinginan oleh angin

Aku suka bau garam di udara
garam yang melekat di jaket dan ingatanku
akan engkau terawetkan seperti ikan asin
seperti mayat yang tak berkurang
tetap tak hidup. Kupikir isi kepalaku
akan dilelang seperti terasi, seperti
desa-desa miskin yang dikunjungi turis
dan tetap miskin sebagaimana hidup
adakah engkau dibalik jendela-jendelanya?
adakah engkau hilang dan abadi tiada?
dalam sepi ini aku memelukmu dan segala sesuatu.



Museum Masa Depan yang Tak Pernah Ada

( setelah Baudrillard dan sebelum lupa ) Anak-anak berjalan ke dalam hutan yang disusun dari piksel dan janji manis algoritma. Pohon-pohon...