Minggu, 04 September 2016

Di Kebun Gayam

Malammalam sunyi di kebun gayam
Malam tekateki
Engkau sedap
Engkau lekat

Malammalam sunyi di kebun gayam
Malam tekateki
Engkau lelap
Engkau dekat

Pagipun tiba di kebun gayam
Akhir dari tekateki malam
Aku pulang
Aku jalang

Yogyakarta Kota Tua

Kendara malam di kota tua
Bangunan dan puing-puing lama
Aku bertanya: Masihkah luka dituturkan seperti dulu?

Belum lagi pukul dua
Gerobak angkringan tak lagi di tempatnya
Aku bertanya: Tidakkah lagi teh poci hangatkan jiwa?

Pada dinihari di simpang kita
Tak lagi kulihat engkau Magdalena
Aku bertanya: Sudahkah kau temukan cinta?

Akhirnya pagipun tiba di Yogyakarta
Segala rupa telah menjadi renta
Aku bertanya: Masihkah ada melankolia?


*Dibacakan di panggung frige B Festival Kesenian Yogyakarta ke-18 tanggal 3 September 2016.

Mimpi Layanglayang

Angin kemarau terbangkan layanglayang
Katakata yang nakal tak mau tidur siang
Kelak mimpi beradu lalu terputus satu
Katakata siap mengejar mengacung bambu

*Dibacakan di panggung frige B Festival Kesenian Yogyakarta ke-28 tanggal 3 September 2016.

Untukmu Selembar Kertas

Untukmu selembar kertas
Untukmu sunyi
Katakata telah habis
Kantungku sunyi, kempis tak berbunyi

Untukmu selembar kertas
Untukmu bunyi
Katakata kehilangan makna
Lidahku menarikan bunyi, rapat tak sunyi

Untukmu selembar kertas
Untukmu puisi
Katakata sunyi
Lidah berbunyi
Puisi ialah sunyi, ialah bunyi

*Terinspirasi dari tokoh aku dalam puisi "Kertas" karya Septika Wulan dalam Workshop Ibadah Puisi dalam rangkaian Festival Kesenian Yogyakarta ke-28 yang diselenggarakan tanggal 2 sampai 4 September 2016. Dibacakan di panggung frige B tanggal 4 September 2016.

Gadis Kertas

Untukmu seorang gadis yang merasi diri adalah selembar kertas
Kukatakan padamu kali ini
Kukatakan padamu untuk satu kali

Jangan!
Jangan lukisi dirimu dengan warna-warna kota
Karena di simpang jalannya mengandung luka

Biarkan!
Biarkan aku menulisimu dengan puisi
Suatu peta yang membawa cinta pulang ke hati


*Terinspirasi dari tokoh aku dalam puisi "Kertas" karya Septika Wulan dalam Workshop Ibadah Puisi dalam rangkaian Festival Kesenian Yogyakarta ke-28 yang diselenggarakan tanggal 2 sampai 4 September 2016. Dibacakan di panggung frige B tanggal 3 September 2016.

Gadis Kertas

O Gadis kertas
Aku ingin menulisimu dengan puisi

O Gadis kertas
Aku ingin melipatmu dalam origami

O Gadis kertas
Aku tak ingin kau jadi bungkus nasi

*Terinspirasi dari tokoh aku dalam puisi "Kertas" karya Septika Wulan dalam Workshop Ibadah Puisi dalam rangkaian Festival Kesenian Yogyakarta ke-28 yang diselenggarakan tanggal 2 sampai 4 September 2016. Dibacakan di panggung frige B tanggal 3 September 2016.

Museum Masa Depan yang Tak Pernah Ada

( setelah Baudrillard dan sebelum lupa ) Anak-anak berjalan ke dalam hutan yang disusun dari piksel dan janji manis algoritma. Pohon-pohon...